PROGRAM STUDI

S1 KEPERAWATAN


D3 KEPERAWATAN


D3 AKAFARMA

PENGUMUMAN
Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW

Jadwal Ujian Akhir Semester Ganjil 2017/2018

Standar Bahasa Dalam Askep

Skill Life

PKMD 2016


SIM PERPUSTAKAAN



E-LEARNING



PMB 2016/2017



Standar Bahasa Dalam Askep
Dikirim tgl : 30-Dec-2017 09:32

Profesi perawat merupakan “orang terdekat si pasien” dimana profesi ini memiliki waktu terlama untuk kontak dengan pasien. Ketika memberikan pelayanan kesehatan,perawat melaksanakan peran “care” atau perawatan,tindakan yang dilakukan dalam bentuk mengatasi respon abnormal yang dikeluhkan penderita, misalnya mual, nyeri, sesak dan lain sebagainya. Berbeda dengan dokter yang melaksanakan peran “cure” atau mengobati penyebab penyakitnya. Pelayanan yang diberikan oleh perawat tersebut dinamakan asuhan keperawatan dengan selalu menggunakan scientific method (pendekatan ilmiah) dan disebut sebagai Proses Keperawatan, sehingga dipakai sebagai acuan dalam mengidentifikasi serta menyelesaikan masalah keperawatan (problem solving).

"Permasalahan yang dirasakan di bidang praktik klinik keperawatan saat ini adalah beragamnya bahasa atau terminologi yang digunakan oleh masing-masing perawat dalam mendokumentasikan aktivitas asuhan keperawatan"

Salah satu permasalahan yang dirasakan di bidang praktik klinik keperawatan saat ini adalah beragamnya bahasa atau terminologi yang digunakan oleh masing-masing perawat dalam mendokumentasikan aktivitas asuhan keperawatan. Sebagai contoh ketika si pasien mengeluh “sakit yang hebat pada luka bekas operasinya”, berbagai ragam bahasa diagnosa keperawatan yang dituliskan perawat untuk masalah yang sama seperti:
1. gangguan rasa nyaman: nyeri, atau
2. nyeri, atau
3. gangguan rasa nyaman sehubungan dengan nyeri dan banyak lagi istilah-istilah lain yang digunakan.
Keragaman dalam penulisan terminologi ini juga tergambar dalam penulisan untuk penetapan tujuan dan kriteria hasil serta intervensi keperawatan. Padahal penggunaan bahasa yang standar sangat penting untuk berkomunikasi diantara sesama perawat dan profesi lain.

Belum adanya keseragaman perawat dalam membuat terminologi pernyataan diagnosa keperawatan, tujuan dan kriteria hasil serta intervensi keperawatan sudah saatnya diatasi. Sudah saatnya kita memulai menggunakan standarisasi bahasa atau terminologi-terminologi dalam praktik asuhan keperawatan yang berstandar internasional dikenal dengan Standardized Nursing Language (SNLs). Artinya, siapapun perawatnya, daerah manapun dia berada, di negara manapun dia bekerja, bahasa yang digunakan untuk satu masalah adalah sama, misalnya ketika seorang pasien mengeluh nyeri secara tiba-tiba di ulu hati, maka diagnosa keperawatannya adalah “nyeri akut (acute pain)”.

SNLs ini terdiri dari:
1. standar bahasa untuk diagnosa keperawatan yaitu NANDA-I Toxonomi II;
2. standar bahasa untuk tujuan dan kriteria hasil yaitu Nursing Outcome Classification (NOC); serta standar bahasa untuk intervensi keperawatan yaitu Nursing Intervention Classification (NIC).


SNLs ini telah dikembangkan oleh IOWA University dan telah digunakan oleh seluruh perawat di dunia.

Oleh karena itu,
• NANDA-I Toxonomi II ini memuat seluruh diagnosa keperawatan dengan bahasa terstandar.
• Untuk menetapkan tujuan dan kriteria hasil yang sesuai dengan diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah dengan merujuk kepada NOC,
• Begitu juga untuk menyusun rencana tindakan sesuai tujuan dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya adalah dengan mengacu kepada NIC,
Sehingga dengan penggunaan NANDA, NOC dan NIC ini semua langkah-langkah dalam asuhan keperawatan merupakan urutan langkah-langkah yang terstruktur dan baku serta tidak ada perbedaan bahasa antar perawat ataupun antar negara.

Ada banyak keuntungan penggunaan SNLs NANDA, NOC dan NIC ini, diantaranya:
1. memudahkan komunikasi antar perawat dan profesi lain;
2. kontinuitas/kesinambungan perawatan terjaga;
3. memudahkan penilaian kualitas pelayanan keperawatan;
4. memudahkan penerapan teknologi informatika seperti sistem dokumentasi secara komputerisasi; serta
5. kemudahan dalam menghitung jasa keperawatan.
PENGABDIAN
Pembinaaan PHBS Kemenag DIY di Ponpes Diponegoro

PHBS di Ponpes Bina Umat Sleman

Pemeriksaan & Pengobatan Gratis

Stikes Al Islam Lakukan Pendampingan Poskestren di PP Al Islam

Pemeriksaan Gigi di Ponpes Al Islam


KARYA TULIS
KTI : Asuhan Keperawatan pada Ny B dengan kanker serviks stadium II B Post histerektomi di ruang Anggrek 1 (CDS) RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

KTI : Asuhan keperawatan pada Tn “S” dengan Obstruksi Jaundice ec Kanker caput Pankreas post Laparatomi Eksplorasi hari ke-3 di Ruang Cendana 3 RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

KTI : Asuhan Keperawatan pada Tn” B" Dengan Diagnosa masalah Utama Gangguan Presepsi Sensori Halusinasi Pendengaran pada kasus Skizofrenia F.20.3 di Bangsal Shadewa Rumah Sakit Grhasia Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

KTI : Asuhan Keperawatan pada pasien An”R” dengan Akut Limfositik Leukimia(ALL) di Ruang Kartika II Instalasi Kesehatan Anak RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta”

KTI : Asuhan Keperawatan pada Ny “G” dengan Kanker Serviks Stadium II B di Ruang Anggrek I (CDS)RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta


KONTAK

stikesalislamjogja

SIMAK


KAMPUS I KAMPUS II KAMPUS III